🚀 Apa itu Salesforce Einstein?
Salesforce Einstein adalah fiturArtificial Intelligence (AI)di dalam Salesforce yang membantu bisnis:
- Memprediksi penjualan
- Otomatisasi pekerjaan
- Memberi rekomendasi pintar
👉 Intinya: Einstein = “otak AI” di Salesforce
🧠 Fungsi utama Einstein (versi pemula)
Beberapa fitur penting:
1. 🔮 Prediksi Einstein
- Memprediksi peluang penutupan penjualan
Contoh:
Pelanggan A punya peluang 80% untuk membeli produk
2. 🤖 Einstein Lead Scoring
- Menilai prospek mana yang paling potensial
Contoh:
Lead dari Instagram skornya lebih tinggi dibandingkan email
3. ✉️ Email Wawasan Einstein
- Memberi saran kapan kirim email
- Memberi tahu email mana yang kemungkinan dibalas
4. 📊 Einstein Analytics
- Membaca data & membuat wawasan otomatis
Contoh:
“Penjualan turun karena wilayah X menurun”
🛠️ Cara memulai (langkah demi langkah pemula)
1. Buat akun Salesforce
- Daftar di website Salesforce (bisa trial gratis)
- Pilih versi yang ada Einstein (biasanya Enterprise ke atas)
2. Aktifkan Einstein
Masuk ke:
- Pengaturan
- Cari: “Einstein”
Aktifkan:
- Pembuat Prediksi Einstein
- Einstein Lead Scoring
3. Masukkan data (ini penting!)
AI butuh data:
Contoh:
- Data pelanggan
- Data penjualan
- Pemimpin data
👉 Semakin banyak data → semakin pintar AI
4. Gunakan fitur sederhana dulu
🔹 Contoh: Lead Scoring
- Masuk ke menu Leads
- Aktifkan penilaian
- Sistem otomatis memberi nilai
🔹 Contoh: Prediksi
- Buat prediksi:
- “Siapa yang akan beli?”
- Pilih bidang target (misal: Closed Won)
5. Baca hasil AI
Einstein akan memberi:
- Skor (angka)
- Wawasan (alasan kenapa)
Contoh:
“Lead ini tinggi karena sering buka email”
💡 Contoh penggunaan di dunia nyata
📈 Bisnis jualan online
- AI pilih pelanggan yang siap beli
- Fokus ke mereka → penutupan naik
🏢 Perusahaan besar
- Prediksi target bulanan
- Kurangi risiko kegagalan penjualan
📞 Tim pemasaran
- Tahu waktu terbaik kirim promo
- Email jadi lebih efektif
⚠️ Kesalahan pemula (hindari ini)
- ❌ Data sedikit → hasil AI tidak akurat
- ❌ Tidak memperbarui data
- ❌ Mengandalkan AI tanpa analisa manual
🎯 Tips agar cepat mahir
- Mulai dari Lead Scoring dulu
- Gunakan data minimal 100+ catatan
- Coba simulasi (data uji dulu)
- Pelajari wawasan
🔥 Ringkasan
- Einstein = AI di Salesforce
- Gunanya: prediksi, otomatisasi, analisis
- Kunci sukses: DATA + PENGGUNAAN BERTAHAP
🎯 🎯 SIMULASI: Penilaian Prospek (Paling mudah untuk pemula)
Kita akan menggunakan:
👉 Salesforce Einstein di dalam Salesforce
🧩 1. Contoh Data (yang akan kita pakai)
Masukkan data lead seperti ini di Salesforce:
| Nama | Sumber | Umur | Kota | Status |
|---|---|---|---|---|
| Andi | 25 | Jakarta | Ditutup Menang | |
| Budi | 40 | Bandung | Hilang | |
| Sari | Situs web | 30 | Jakarta | Ditutup Menang |
| Rina | 28 | Surabaya | Membantu | |
| Dedi | 45 | Medan | Hilang |
👉 Status = hasil akhir
- Closed Won = berhasil
- Kalah = gagal
💡 Ini yang akan dipelajari AI
🛠️ 2. Masukkan Data ke Salesforce
Masuk:
- Menu Utama
- Klik Baru → isi satu-satu
ATAU - Impor melalui Excel (lebih cepat)
⚙️ 3. Aktifkan Einstein Lead Scoring
Masuk:
- Pengaturan
- Cari: Einstein Lead Scoring
- Klik Aktifkan
🧠 4. Cara Kerja AI (yang terjadi di belakang layar)
Einstein akan membaca:
- Umur
- Sumber utama
- Kota
- Pola keberhasilan
Contoh hasil analisis:
- Instagram → sering ditutup ✅
- Umur 25–30 → lebih banyak beli ✅
- Kota Jakarta → tinggi konversi ✅
📊 5. Hasil yang akan muncul
Setelah aktif, kamu akan melihat:
🔢 Skor (0–100)
Contoh:
- Andi → 85 (tinggi)
- Budi → 30 (rendah)
🧾 Wawasan Otomatis
Contoh:
- “Lead ini tinggi karena dari Instagram”
- “Umur muda meningkatkan peluang penutupan”
🚀 6. Cara pakai hasilnya
Fokus ke:
- Skor timbal tinggi (70–100)
Strategi:
- Tindak lanjut cepat
- Kasih promo khusus
- Prioritaskan tim penjualan ke mereka
🔁 7. Simulasi lanjutan (Pembuat Prediksi)
Sekarang kita buat prediksi:
🎯 Tujuan:
👉 “Siapa yang akan tutup?”
Langkah:
- Masuk Setup
- Cari: Pembuat Prediksi Einstein
- Klik Prediksi Baru
Isi:
- Target:
→ Status = Ditutup dan Dimenangkan - Data:
→ Prospek - Bidang:
→ Umur, Kota, Sumber
Hasil:
AI akan berkata:
“Lead X punya peluang penutupan 78%”
💡 8. Contoh hasil nyata (simulasi)
| Nama | Skor | Prediksi |
|---|---|---|
| Andi | 85 | 80% |
| Rina | 70 | 65% |
| Budi | 30 | 20% |
⚠️ Hal penting
- Data minimal bagus: 50–100 prospek
- Semakin banyak → semakin akurat
- Data harus real (jangan asal isi)
🔥 Tips biar langsung dipakai bisnis
Kalau kamu:
- Jualan online → pakai untuk memilih calon pelanggan
- Proyek / investasi → pilih mitra terbaik
- Rekrut karyawan → prediksi kandidat terbaik
🎁 BONUS: Cara cepat latihan tanpa ribet
Kalau belum punya data:
- Buat data dummy di Excel
- Unggah ke Salesforce
- Tes Einstein
🎯 1. Prinsip dasar (biar tidak salah pakai)
Einstein itu bukan sekadar AI biasa, tapi alat untuk:
- 🔮 Prediksi → siapa yang akan beli
- 🤖 Prioritas → mana yang harus didahulukan
- 📊 Insight → kenapa berhasil/gagal
👉 Jadi fokusnya: ambil keputusan bisnis lebih cepat & tepat
🧩 2. Cara pakai di berbagai jenis bisnis
🛒 A. BISNIS JUALAN (Online / Offline)
🔧 Cara pakai:
- Masukkan data:
- Nama pelanggan
- Sumber (WA, IG, TikTok, dll)
- Status beli / tidak
- Aktifkan:
- Einstein Lead Scoring
📊 Hasil:
Einstein memberi:
- Skor calon pembeli
- Saran siapa yang harus dihubungi dulu
💰 Dampak:
- Tidak membuang waktu ke pelanggan “PHP”
- Fokus ke yang siap beli
🏢 B. PROYEK / INVESTASI BISNIS
🔧 Cara pakai:
Masukkan:
- Data Mitra
- Nilai proyek
- Riwayat berhasil/gagal
🔮 Gunakan:
- Pembuat Prediksi Einstein
📊 Hasil:
- Prediksi:
→ proyek mana yang berpotensi menguntungkan
→ mitra mana yang berisiko
💰 Dampak:
- Mengurangi risiko kerugian besar
- Ambil keputusan lebih aman
🌴 C.BISNIS PERKEBUNAN / SAWIT
🔧 Data yang dimasukkan:
- Lokasi lahan
- Biaya operasional
- Hasil panen
- Cuaca / kondisi tanah
📊 Einstein bisa:
- Prediksi hasil panen
- Deteksi area yang kurang produktif
💰 Dampak:
- Optimasi biaya
- Maksimalkan hasil panen
👥 D. REKRUTMEN / SDM
🔧 Data:
- CV kandidat
- Umur
- Pengalaman
- Status diterima / ditolak
📊 Hasil:
- AI prediksi kandidat terbaik
💰 Dampak:
- Tidak salah rekrut (hemat biaya besar)
⚙️ 3. Cara setting cepat (langsung bisa dipakai)
🔹 LANGGAH 1: Unggah data
- Excel → impor ke Salesforce
- Minimal 50–100 data
🔹 LANGKAH 2 : Aktifkan Einstein
Masuk:
- Pengaturan → Einstein → Aktifkan
🔹 LANKGAH 3: Pilih tujuan
Contoh:
- “Siapa yang akan beli?”
- “Proyek mana yang untung?”
🔹 LANKGAH 4: Jalankan AI
- Tunggu analis
- Lihat:
- Skor
- Wawasan
🔹 LANGKAH 5 : Ambil keputusan
👉 Ini yang paling penting:
- Fokus ke skor tinggi
- skor rendah
🧠 4. Strategi pintar (biar hasil maksimal)
✅ Gunakan pola ini:
- 20% data → hasil awal
- 80% data → hasil akurat
✅ Gunakan untuk:
- Prioritas kerja
- Bukan menggantikan keputusan manusia
✅ Rutin pembaruan data
- Minimal mingguan
⚠️ 5. Kesalahan yang sering terjadi
- ❌ Data asal-asalan
- ❌ Tidak dibaca insight-nya
- ❌ Tidak dipakai untuk mengambil keputusan
👉 Ini bikin AI jadi “tidak berguna”
🔥 6. Contoh strategi nyata (kuat)
Misalnya kamu jualan:
👉 Einstein berkata:
- Instagram → peluang tinggi
- Email → rendah
Maka:
- Fokus budget ke Instagram
- Pemasaran email Kurangi
👉 Ini langsung hemat biaya + naikkan omzet
🎯 Kesimpulan
- Einstein = alat bantu keputusan
- Kunci sukses:
👉 DATA + ANALISA + EKSEKUSI
